Makanan Sehat Kita!

Makan gudangan tidak menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin

Rokok vs Anti Rokok

Merokok sudah merupakan salah satu hal yang paling membudaya di bangsa kita Indonesia. Setiap hari tentu kita melihat ada orang merokok setidaknya 1 x. Dari orang tua dengan rokok tingwe (linting dewe), bapak2, anak muda, kuliahan, anak SMA, SMP, atau bahkan anak SD ada yang merokok. Tidak hanya laki-laki, perempuan pun merokok.

Padahal, kita semua tahu tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Dari pihak rokok sendiri pasti menyertakan kalimat “Merokok dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin” (tidak seperti gudangan yang sebaliknya, xixixi…). Bahkan di puskesmas2 terdekat sering juga dipajang gambar tubuh seorang perokok (terlalu melebih2kan sepertinya). Lalu, mengapa semua orang masih merokok? Dan mengapa pemerintah masih memperbolehkan rokok beredar kalau itu tidak sehat?

Ya, karena rokok adalah salah satu sumber penghasilan yang sangat besar bagi negara kita. Perusahaan rokok adalah perusahaan2 besar dan berhasil. Seorang perokok berat bisa menghabiskan lebih dari 1 bungkus rokok tiap harinya. Bagaimana kalau ada 1 juta perokok berat, atau lebih? Tentu saja negara untung banyak dari pajaknya.

Lalu sekarang, mengapa orang masih merokok jika bahaya? Kalo katanya, rasanya enak (saya rasakan biasa2 saja tuh). Ada yang bilang juga untuk keren2an. kan terlihat keren kalo ngrokok (masuk akal, tapi kalo orang tua merokok tingwe malah kliatan tambah katro). Sebagian juga mungkin karena teman2nya merokok, jadi gak enak kalo gak ngrokok sendiri.

Anti rokok mengatakan merokok itu tidak sehat, hanya orang2 yang tidak merokok yang sehat.

Perokok mengatakan justru karena kami sehat, kami berani merokok. Orang yang takut rokok dan kena penyakit kalo dekat2 dengan rokok adalah orang penyakitan.

Anti rokok mengatakan orang merokok itu terlihat gali dan beringas.

Perokok mengatakan kami merokok biar terlihat keren dan berwibawa.

Anti rokok mengatakan perokok itu tidak punya pendirian, hanya ikut2an teman yang merokok.

Perokok mengatakan yang tidak merokok itu tidak bisa mengikuti trend.

Anti rokok mengatakan jangan coba-coba, nanti ketagihan.

Perokok mengatakan takut amat, coba sekali gak bakal mati kok.

Perokok maupun Anti rokok memiliki alasan masing2. Itu hak tiap2 orang. Nikmat, dinikmati sendiri, rugi juga dirasakan sendiri. Kalo saya sendiri, merokok bukan rutinitas dan menuntut untuk mengonsumsi terus menerus, tapi tidak juga terlalu anti terhadap rokok. Betul, memang merokok sekali tidak mati kok 😀     Masalah ketagihan itu pengedalian diri orang tersebut. Pecandu narkoba aja bisa berhenti kalo emang kuat niatnya (bukan saya lho).

Bagaimana dengan anda?

Oktober 21, 2008 Posted by | pengetahuan | , , | 6 Komentar