Makanan Sehat Kita!

Makan gudangan tidak menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin

SMS gratis dari XL

Berikut yang saya tau dari teman saya, untuk XL prabayar bisa SMS gratis. Tapi gak tau juga sampe kapan berlakunya. Saya kasih caranya aja, mungkin bisa berguna 😀 Ikuti instruksi saya ya (wekz…) :

  1. tekan *111# di detonator (baca : HP) anda
  2. Kalo anda tidak salah tekan, akan muncul daftar XL Life. Pilih yang nomor 2, yaitu Semua GRATIS
  3. Lalu muncul daftar lagi, pilih nomor 4, yaitu SMS Gratis khusus pelanggan Prabayar
  4. Setelah itu, isi data dirimu
  5. Lalu tekan 1 untuk mengaktifkan

Selesai… Tapi, tadi pagi saya coba belum bisa, sedang error. Nulis instruksinya inipun sambil coba lagi T_T. Selamat mencoba 🙂

Iklan

Oktober 31, 2008 Posted by | berita terbaru, Trick | , , | 12 Komentar

Lampu Ijo ato Merah, Tetep Jalan Terus…

Lampu merah adalah salah satu halangan di saat kita berkendara. Apalagi kalo kita sedang terburu-buru, trus kena lampu merah yang barusan ijo. Pasti emosi, berkata-kata kotor, pukul motor, atau pukul sampingnya (yang ini sebaiknya jangan deh.. :D). Nah, berikut saya ada cara agar mau lampu ijo ato lampu merah tak jadi masalah (kecuali traffic light tertentu). Dengan cara seperti ini, saya pernah naik motor menempuh jarak 30-an km tanpa menapakkan kaki di aspal (lha iyo, lha wong cuma bonceng, wakakakak….).  O iya, cara ini hanya berlaku untuk motor dan sepeda saja. Untuk mobil, becak, bemo, bus, atau bahkan truk,  saya tidak tau 😉

1. Untuk yang mau lurus, Caranya :

  1. Saat melaju menuju lampu merah atau perempatan khususnya, dari kejauhan kita lihat pake mata elang kita (wekekekw, bagi yg rabun gak usah deh) lampu sedang ijo ato merah. Kalo ijo jalan terus aja (semua juga tau kali), kalo merah, liat… bagian mana yang sedang jalan/ijo (kiri, depan, atau kanan kita).
  2. Jika yang jalan adalah kanan kita, ya ditunggu saja, wong sebentar lagi jalan koq. Kalo yang sedang ijo itu depan atau malah kiri kita, lakukan langkah berikutnya…
  3. Jika belok kiri jalan terus, ke no-4. Jika tidak, ke no-5.
  4. Karena ke kiri jalan terus, ke kiri saja meskipun anda mau lurus. Setelah jarak beberapa meter dari lampu merah, kita berbalik (kalo bisa jangan sampe diliat polisi, xixixi…). Lalu setelah sampe di lampu merah lagi, tinggal belok kiri, selesai.
    Begini detailnya : Jadi misal dari utara mau ke selatan-> kita belok ke timur-> lalu beberapa meter jalan-> balik ke barat-> setelah sampai lampu merah, belok kiri ke selatan (mungkin membingungkan, tapi memang iya, susah digambarkan, hduw).
  5. Jika belok kiri tidak jalan terus, anda harus belok cari gang ke kiri yang letaknya agak jauh dari lampu merah. Setelah tembus ke jalan di kiri, tinggal belok lurus lalu belok kiri seperti langkah no-4. Kalo mungkin lewat gang malah bikin lama, ya sudah ditunggu saja (wah, sami mawon), selanjutnya usahakan jangan lewat perempatan yang merepotkan begitu 😉

2. Untuk yang mau belok kanan, Caranya:

Sama seperti langkah pertama di atas, amati dari jauh…    Untuk belok kanan, saya sarankan lewat gang yang mengantar kita ke jalan sebelah kanan yang akan kita tuju. Ya, itu satu2nya cara agar gak ribet. Atau kalo mau, pakai cara belok kiri 1 per 1 seperti cara untuk lurus, tapi itu makan waktu, merepotkan, dan membahayakan.

3. Untuk yang mau belok kiri, Caranya:

Semua juga tau kan…    (whew…)

Untuk sepeda onthel (bukan motor), akan lebih mudah lagi, asal berani. Waktu lampu merah, kita ke tengah2 jalan (sampai batas kendaraan pada jalan aja, kalo telalu nengah tar ketabrak loh) lalu siap2 jalan. Saat pergantian lampu ijo kita langsung cepet2 jalan. Tentu anda paham bukan… 😦

NB:

  • Cara-cara di atas akan lebih lancar apabila anda tahu jalan2 tikus (jalan2 alternatif) dan sering melakukannya. Jadi, sering2lah mencoba, agar anda mahir.
  • Jika ada pembatas jalan, ehm…  jika anda terburu-buru, sebaiknya pilihlah jalan yang luwes dan tidak merepotkan seperti itu.
  • Hati2 terhadap polisi. Kena tilang saya tidak tanggung jawab (kaburrr….). Tapi setahu saya, itu tidak melanggar lalu lintas. Kiri jalan terus, balik, kan wajar, gak ada larang to??

Jika anda tidak sedang terburu-buru, sebaiknya santai aja, nunggu lampu merah gpp, kecuali mau neko2 ato latihan silakan. Coba bayangkan kalau semua orang seperti itu, maunya cepet, belok kiri semua, terus balek bareng2 semua, trus belok kiri lagi bareng2 semua..  waduh, lampu merah jadi tak ada artinya (hduw…). So, lakukan hanya waktu buru-buru saja 😉
Berbuat begitu boleh, asal hati-hati, dan jangan sampai merugikan orang lain 🙂

Mungkin tulisan ini terlalu wagu untuk dibahas, karena terlalu umum dan mungkin kebanyakan orang sudah tau cara ini. Tapi tak apa lah, asal nulis aja, hehe…
Semoga berguna 🙂

Oktober 25, 2008 Posted by | Trick | , | 8 Komentar

Blogspot kode

Berikut ini adalah kode-kode yang saya tahu untuk nguthek2(ngotak-atik) Blogspot. Mungkin sudah banyak yang tau, tapi nggak papa, barang x ada juga yang lom tau, terutama yang baru mulai blogging di Blogspot.

Untuk menghilangkan semacam menu bar dari blogspot di bagian atas blog (agar gak kliatan kalo blogspot, kalo saya suka tak ilangin, biar penampilan kayak website, hehe…), berikut langkah2nya:

  1. Masuk ke tab Layout (tata letak)
  2. Lalu masuk ke sub tab edit html
  3. Kemudian, tambahkan kode yang dicetak tebal berikut tepat seperti ilustrasi di bawah:
Blogger Template Style
Name: 	  Thisaway (Blue)
Designer: Dan Rubin
URL:      www.superfluousbanter.org
Date:     29 Feb 2004
Updated by: Blogger Team
----------------------------------------------- */
#navbar-iframe {
display: none !important;
}
/* Variable definitions
====================

Jika sudah, save, dan coba diliat previewnya. Menu bar dari blog
(yang isinya search blog dll) akan hilang.

Udah, segitu doank :D

Sebenarnya masih banyak kode2 untuk ngotak-atik blogspot, tapi kebanyakan sudah dibahas di blog orang lain, jadi tidak usah saya tulis, tar dikira tukang bajak, ekekek…

Oktober 24, 2008 Posted by | komputer dan internet, pengetahuan | , | 8 Komentar

Rokok vs Anti Rokok

Merokok sudah merupakan salah satu hal yang paling membudaya di bangsa kita Indonesia. Setiap hari tentu kita melihat ada orang merokok setidaknya 1 x. Dari orang tua dengan rokok tingwe (linting dewe), bapak2, anak muda, kuliahan, anak SMA, SMP, atau bahkan anak SD ada yang merokok. Tidak hanya laki-laki, perempuan pun merokok.

Padahal, kita semua tahu tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Dari pihak rokok sendiri pasti menyertakan kalimat “Merokok dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin” (tidak seperti gudangan yang sebaliknya, xixixi…). Bahkan di puskesmas2 terdekat sering juga dipajang gambar tubuh seorang perokok (terlalu melebih2kan sepertinya). Lalu, mengapa semua orang masih merokok? Dan mengapa pemerintah masih memperbolehkan rokok beredar kalau itu tidak sehat?

Ya, karena rokok adalah salah satu sumber penghasilan yang sangat besar bagi negara kita. Perusahaan rokok adalah perusahaan2 besar dan berhasil. Seorang perokok berat bisa menghabiskan lebih dari 1 bungkus rokok tiap harinya. Bagaimana kalau ada 1 juta perokok berat, atau lebih? Tentu saja negara untung banyak dari pajaknya.

Lalu sekarang, mengapa orang masih merokok jika bahaya? Kalo katanya, rasanya enak (saya rasakan biasa2 saja tuh). Ada yang bilang juga untuk keren2an. kan terlihat keren kalo ngrokok (masuk akal, tapi kalo orang tua merokok tingwe malah kliatan tambah katro). Sebagian juga mungkin karena teman2nya merokok, jadi gak enak kalo gak ngrokok sendiri.

Anti rokok mengatakan merokok itu tidak sehat, hanya orang2 yang tidak merokok yang sehat.

Perokok mengatakan justru karena kami sehat, kami berani merokok. Orang yang takut rokok dan kena penyakit kalo dekat2 dengan rokok adalah orang penyakitan.

Anti rokok mengatakan orang merokok itu terlihat gali dan beringas.

Perokok mengatakan kami merokok biar terlihat keren dan berwibawa.

Anti rokok mengatakan perokok itu tidak punya pendirian, hanya ikut2an teman yang merokok.

Perokok mengatakan yang tidak merokok itu tidak bisa mengikuti trend.

Anti rokok mengatakan jangan coba-coba, nanti ketagihan.

Perokok mengatakan takut amat, coba sekali gak bakal mati kok.

Perokok maupun Anti rokok memiliki alasan masing2. Itu hak tiap2 orang. Nikmat, dinikmati sendiri, rugi juga dirasakan sendiri. Kalo saya sendiri, merokok bukan rutinitas dan menuntut untuk mengonsumsi terus menerus, tapi tidak juga terlalu anti terhadap rokok. Betul, memang merokok sekali tidak mati kok 😀     Masalah ketagihan itu pengedalian diri orang tersebut. Pecandu narkoba aja bisa berhenti kalo emang kuat niatnya (bukan saya lho).

Bagaimana dengan anda?

Oktober 21, 2008 Posted by | pengetahuan | , , | 6 Komentar

Disket Terancam Punah

Pernahkah melihat anak sekolah bawa disket sekarang? Hahahah… benar2 langka. Kebanyakan bawa flashdisk atau CD untuk mengerjakan tugas atau sekedar copy apapun (bokep termasuk didalamnya, xixixi…).

Benarkah disket terancam punah? Disket jarang sekali digunakan lagi. Orang-orang lebih suka menggunakan CD, DVD, ato flashdisk yang lebih praktis. Dari segi kapasitas, disket benar-benar tertinggal dengan yang laen. Dengan kapasitas hanya beberapa Mb saja (saya lupa tepatnya), jarang sekali orang tertarik. Apalagi komputer jaman sekarang mungkin sudah tidak memasang floppy A karena memang jarang digunakan.

Kita bandingkan saja, harga CD kosong hanya 1400 di toko dekat rumah saya. Harga disket 500 kalo gak salah. Ukuran CD kosong 700 Mb kira2. Ukuran Disket hanya beberapa Mb. Tentu saja CD akan lebih diminati daripada disket. Ato mungkin flashdisk, yang lebih praktis. Lagipula, flashdisk 2 giga gak nyampe 100 ribu skarang. Belum lagi kalo dibandingkan dengan hardisk external. Masalah kapasitas, mungkin bisa 1 : 10000 atau lebih. Masalah tampilan, flashdisk terlihat lebih enak dan lebih praktis daripada disket. Belum lagi dengan ukuran flashdisk dan hardisk yang terus bertambah. Sampai sekarang ada flashdisk dengan ukuran 32 giga (coba bandingkan dengan disket). Dan saya yakin, ukurang itu terus bertambah, mungkin sampe tera nanti.

Kegunaan disket mungkin hanya terlihat saat penginstalan system windows dan sejenisnya. Itu pun tidak diharuskan (bisa didapat dengan cara lain). Di lain hal, mungkin disket digunakan di daerah terpencil yang tidak ditemukan orang jual CD, atau flashdisk, dan komputer rentalan masih mendukung floppy A (saya tidak tau dimana itu).

Dengan kondisi seperti itu, mungkinkah disket akan bertahan?

Oktober 20, 2008 Posted by | Uncategorized | , | 3 Komentar